Lima Perkara Perosak Hati

Ogos 30, 2010
Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rosak, rosak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerosakan adalah perlu dan wajib.
Tentang perosak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, ‘bergaul dengan banyak kalangan teman (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.’

1. Bergaul dengan banyak kalangan

Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.
Dalam paparan kehidupan, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya output semacam ini, kerana motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Oleh sebab itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat kerana salah pergaulan.
Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, ‘Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.” (Al-Furqan: 27-29).

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).

“Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong.” (Al-Ankabut: 25).

Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat. Kerana itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan redha Allah.

2. Larut dalam angan-angan kosong

Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang tiada tujuan hidup. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang tak bertujuan. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai. Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah.
Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangankan menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melimpah, atau isteri yang cantik jelita. Tapi itu hanya angan-angan belaka. Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji.
Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi Sallallahu alaihi wasallam memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.

3. Bergantung kepada selain Allah

Ini adalah faktor terbesar perosak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah. Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, ertinya:

“Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (Maryam: 81-82)

“Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.” (Yasin: 74-75)

Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh. Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, ertinya:

“Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (Al-Isra’: 22)

Terkadang keadaan sebahagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebahagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebahagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.

4. Makanan

Makanan perosak ada dua macam. Pertama , merosak kerana zat/materinya, dan ia terbahagi menjadi dua macam. Yang diharamkan kerana hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan kerana hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, sama ada kerana paksaan, malu atau takut terhina.
Kedua , merosak kerana melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan melampaui batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan kerananya ia mudah mengikuti komando syaitan. Syaitan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya syaitan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat syaitan betah tinggal berlama-lama.
Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi. Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:

“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

5. Banyak tidur

Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan. Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau petang hari. Bahkan tidur pada petang dan pagi hari lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara solat Subuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategik. Kerana itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mahu tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rezeki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategik dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Oleh itu, tidur pada waktu itu hendaknya kerana benar-benar sangat terpaksa. Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar lapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada doktor. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya.

Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Sallallahu ‘alaihi wa sallam

Advertisements

SINAR CAHAYA AYAT KURSI

Ogos 30, 2010
Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yang duduk di atas pintu rumah.
Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan di hati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah.
Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya.
Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.
Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.
3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.
4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan rahmat padanya.
5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya – mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid..
7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya. Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, “Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat…”
“Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat-mu”
Subhanallah. ..

Kata-Kata Hikmah Khulafa’ Ur Rasyidin

Ogos 30, 2010

SAIDINA ABU BAKAR RADHIALLAHU ANHU BERKATA:
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu:
1. Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau;
2. hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau;
3. hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau;
4. adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna

SAIDINA UMAR AL-KHATTAB RADHIALLAHU ANHU BERKATA:
1. Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
2. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
3. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
4. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

SAIDINA UTHMAN BIN AFFAN RADHIALLAHU ANHU BERKATA:
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
1. Hatinya selalu berniat suci
2. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
3. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
4. Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah
5. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.

SAIDINA ALI KARRAMALLAHU WAJHAH BERKATA:
1. Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’
2. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia- sia
3. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
4. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’
5. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
6. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
7. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
8. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati


JADUAL HARIAN SEORANG MUSLIM DI BULAN RAMADHAN

Ogos 18, 2010

JADUAL HARIAN SEORANG MUSLIM DI BULAN RAMADHAN

4.00 pagi – Bangun

Berdoa kepada ALLAH dengan doa :

Segala puji bagi ALLAH yang telah menghidupkan aku setelah DIA mematikan aku dan kepadaNYAlah aku akan dikembalikan. Berniatlah untuk melaksanakan sebanyak-banyak kebaikan hari itu. Mandi dan membersihkan diri. Mengambil wudhu dan memakai pakaian yang suci untuk beribadah, berwangi-wangian.

4.20 pagiSolat Sunat Taubat

Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat taubat 2 rakaat kerana ALLAH Taala. Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun, rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas. Selepas sembahyang, angkatlah tangan memohon ampun kepada ALLAH. Menangislah menyesali dosa-dosa.

Solat Sunat Tahajjud

Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat tahajjud 2 rakaat kerana ALLAH Taala. Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun, rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas. Selepas sembahyang, angkatlah tangan berdoa kepada ALLAH.

Solat Sunat Hajat

Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat hajat 2 rakaat kerana ALLAH Taala. Selepas Al-Fatihah rakaat pertama baca ayatul Kursi 1 kali. Selepas Al-Fatihah rakaat kedua baca surah Al-Ikhlas 11 kali. Ketika sujud terakhir baca 11 kali dan sertakan di dalam hati segala hajat-hajat kita.

Solat Sunat Witir

Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat witir 2 rakaat kerana ALLAH Taala. Selepas salam, bangun lagi dan sembahyang witir 1 rakaat. Perbanyakkan berdoa kepada ALLAH dengan penuh rasa kehambaan, rendah diri, meminta-minta, merintih-rintih, agar ALLAH ampunkan dosa-dosa kita, taubat kita, terima amalan kita, memperkenankan doa dan permintaan kita.

5.00 pagi – Makan Sahur

Menggosok gigi dan membersihkan sisa-sisa makanan di mulut.

5.30 pagiBersiap menunggu waktu Subuh dengan membaca Al-Quran atau berselawat.

Sembahyang sunat Subuh, sembahyang Subuh berjemaah. Selesaikan wirid harian di tikar sembahyang atau baca Al-Quran hingga terbit matahari.

7.00 pagiMembuat persiapan ke tempat kerja.

Melangkah ke tempat kerja dengan membaca Bismillah dan doa kepada ALLAH agar semua aktiviti kita diberkatiNYA. Sentiasa berselawat kepada Rasulullah SAW sama ada menyebutnya atau di hati. Banyakkan istigfar/meminta ampun. Melaksanakan kerja dengan bersemangat dan penuh bertanggungjawab. Datangkan rasa bahawa ALLAH sentiasa memerhati kerja-kerja yang di lakukan dan yakinlah DIA akan membalas segala kebaikan yang kita buat.

10.00 pagiSembahyang Sunat Dhuha

Ia adalah sumber rezeki yg berkat kalau istiqamah diamalkan.

Niatnya : Sahaja aku sembahyang sunat dhuha 2 rakaat kerana ALLAH Taala. Penuhi masa rehat tengahari dengan menambah ilmu atau membaca Al-Quran. Elakkan sungguh-sungguh dari melakukan dosa walaupun kecil dan perkara yang sia-sia.

Contoh dosa-dosa : mengumpat mengutuk, menyindir yang menyakitkan orang, bergaul bebas tanpa menjaga syariat seperti berbual dengan bukan muhrim mengenai perkara yang tiada sangkut paut dgn kerja.

12.45 tghBersiap untuk solat Zohor.

Menunggu waktu bersembahyang dengan berselawat. Solat Zohor berjemaah. Laksanakan juga solat sunat Rawatib Bersujud syukur setelah selesai sembahyang sunat dan wirid sebagai berterima kasih kepada ALLAH yg memberi kita nikmat besar dapat menyembahNYA.

4.15 ptgBersedia untuk solat Asar.

Solat Asar berjemaah. Laksanakan juga solat sunat Qabliyah. Bersujud syukurlah setelah selesai sembahyang sunat dan wirid sebagai  berterima kasih kepada ALLAH yg memberi kita nikmat besar dapat menyembahNYA.

5.30 ptgMembeli barang-barang keperluan berbuka dan sahur.

Tanpa berlebih-lebih. Ingatlah walaupun syaitan dirantai tetapi nafsu masih ada dlm diri kita !!!

6.30 ptgMemperbanyakkan doa sebelum berbuka.

Kerana di waktu itu adalah masa yang mustajab doa. Ingatlah sabda Rasulullah SAW : “Ramai orang yang berpuasa, yang mereka dapat hanya lapar dan dahaga”, merintihlah kepada ALLAH memohon agar amalan kita diterima.

Apabila masuk watu Maghrib, Bacalah doa dan berbuka :

Wahai Tuhan, kerana Engkaulah aku berpuasa, kepada Engkaulah aku beriman dan dengan rezki engkaulah aku berbuka. Berbuka puasa dengan makanan manis seperti buah kurma dan meminum air, terus menunaikan solat maghrib berjemaah, setelah itu barulah makan makanan berat.

8.00 mlmSolat Isya’ berjemaah dan diteruskan dengan solat Terawih.

Cuba pertahankan solat terawih walau bagaimana keadaan sekalipun kerana fadhilatnya amat besar. Bacalah Al-Quran dengan penuh tawadhuk, seeloknya baca dengan bertadarus (berkumpulan bergilir-gilir, seorang baca, yang lain menyemaknya), cuba khatamkan membaca Al-Quran paling kurang satu kali sepanjang ramadhan. Kebanyakan imam-imam besar mengkhatamnya dua kali dalam sehari (60 kali sebulan Ramadhan).

11.00 mlm – Memperbanyakkan istighfar sebelum tidur.

Berniatlah utk puasa esok hari dgn berniat : Sahaja aku berpuasa hari esok untuk menunaikan puasa ramadhan yg wajib ke atasku , tahun ini kerana ALLAH Taala. ( JANGAN LUPA!!!)

Tidur awal agar dapat bangun utk beribadah. Bacalah doa sebelum tidur :

Dengan namaMU Ya ALLAH! Aku hidup dan mati. Ingatlah tidur adalah mati yg sementara, kemungkinan kita dipanggil ALLAH ketika tidur.


Abu Zar Yang Pemurah

Ogos 17, 2010

Abu Zar yang pemurah

ABU Zar al-Ghifari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang berfahaman keras. Beliau terkenal dengan ilmu pengetahuan. Pernah dilaporkan oleh Ali bin Abu Talib bahawa Abu Zar mempunyai ilmu yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Abu Zar seorang yang berani. Beliau mengisytiharkan pengislamannya di hadapan Kaabah. Pada ketika itu orang-orang kafir yang menyekutukan Allah mendengar akan kedatangannya. Mereka datang bagi membunuhnya. Kemudian Abu Zar dibantu oleh bapa saudara Nabi Muhammad iaitu Abbas. Abbas memeluk Abu Zar daripada di pukul oleh orang kafir Quraisy.

Menurut cerita, orang kafir itu tidak mengenali Abu Zar. Selepas mereka mengetahui yang Abu Zar adalah dari puak Ghifar, barulah mereka membiarkan dan tidak memukulnya lagi.

Ghifar adalah satu kawasan yang menjadi laluan perjalanan kabilah-kabilah Quraisy semasa hendak ke Syria. Membunuh Abu Zar bermakna mereka tidak dapat berdagang di situ lagi. Malah puak Ghifar bakal menyerang hendap kabilah mereka.

Abu Zar juga seorang yang bersifat takwa dan tabah. Pada masa khalifah Usman, beliau diarahkan supaya berpindah ke kawasan padang pasir yang bernama Rabzah. Beliau tidak suka kepada kekayaan. Beliau sentiasa menentang golongan kaya.

Abu Zar menyara kehidupannya dengan memelihara beberapa ekor unta. Beliau juga mempunyai orang suruhan yang sudah tua.

Pada suatu hari, seorang orang kampung daripada Bani Sulaim datang berjumpa dengannya.

Orang itu berkata: “Saya mahu tinggal bersama tuan. Saya mahu belajar ilmu-ilmu yang tuan ada mengenai perintah Allah dan sunah Nabi Muhammad. Saya sanggup membantu orang suruhan tuan menjaga unta-unta tuan.”

Abu Zar memang seorang yang tegas. Beliau mempunyai prinsipnya yang tersendiri. Lalu Abu Zar berkata: “Saya tidak dapat mengambil sembarangan orang tinggal bersama saya, kecuali dengan satu syarat. Kamu perlu ikut segala arahan saya.”

Mendengar jawapan tersebut, lelaki dari Bani Sulaim itu bertanya: “Apakah syaratnya? Saya cuba patuh kepada kemahuan tuan itu.”

Kemudian Abu Zar berkata: “Kamu harus menuruti arahan saya. Sekiranya saya menyuruh kamu membelanjakan harta saya, maka kamu perlu membelanjakan harta itu dengan cara yang terbaik.”

Orang dari Bani Sulaim itu merasakan bahawa syarat yang diberikan oleh Abu Zar mudah dilakukan. Beliau menerima syarat tersebut. Akhirnya, beliau tinggal bersama Abu Zar.

Pada suatu hari, orang dari Bani Sulaim itu mendengar berita bahawa ada orang miskin berkhemah berhampiran tempat itu. Mereka sangat memerlukan makanan. Selepas mendengar berita itu, Abu Zar menyuruh orang dari Bani Sulaim menyembelih untanya dan memberi makanan kepada orang miskin tadi. Orang dari Bani Sulaim itu pergi memilih unta.

Unta pertama yang dipilih sangat jinak. Baginya unta itu sesuai bagi tunggangan Abu Zaar. Lalu dia tidak menyembelih unta pertama itu. Kemudian beliau memilih unta yang kedua. Unta yang kedua itu juga baik cuma berbeza dengan yang pertama.

Melihat unta itu, Abu Zar berkata: “Kamu tidak menepati janji yang kamu buat kepada saya sebelum ini.”

Selepas mendengar penjelasan Abu Zar, orang dari Bani Sulaim itu berpatah balik dan mengambil unta pertama yang dipilihnya tadi. Unta itu adalah yang terbaik diberi makan kepada orang miskin.

Abu Zar menyuruh dua orang menyembelih unta tersebut. Beliau juga berpesan kepada tukang sembelih unta itu supaya membahagikan daging sama rata kepada orang miskin tadi. Beliau juga berpesan supaya meninggalkan satu bahagian yang sama bagi keluarganya.

Kemudian Abu Zar memanggil orang dari Bani Sulaim itu. Beliau bertanya: “Adakah kamu sengaja mengingkari arahan saya atau kamu sebenarnya terlupa dengan arahan saya itu?”

“Saya tidak terlupa. Saya sebenarnya merasakan bahawa unta pertama itu sesuai bagi kenderaan tuan. Unta itu sangat jinak. Tuan amat memerlukannya. Manakala unta kedua sesuai dijadikan makanan dan diberikan kepada orang miskin itu,” jawab orang dari Bani Sulaim itu.

Abu Zar berkata lagi: “Saya beritahu kamu bilakah sebenarnya saya memerlukan harta itu? Iaitu semasa saya berada di dalam kubur. Ada tiga perkara yang berhak ke atas harta saya itu.

“Pertama, takdir. Tiada sesiapa yang berhak menghalangnya sama ada baik atau buruk. Harta itu tetap diambilnya.

“Kedua, pewaris harta itu. Mereka hanya menunggu saat kematian saya. Selepas saya mati, mereka bakal memperoleh harta itu. Ketiga ialah diri kita sendiri. Sekiranya kita dapat menguruskan harta itu, kita tidak perlu berkongsi dengan dua perkara tadi. Kita perlu menguruskan harta itu dengan sebaik mungkin.”

Bagi Abu Zar, beliau tetap memberikan harta yang paling disayanginya kepada orang yang memerlukannya sebagai bekalan hari selepas kematiannya. Orang dari Bani Sulaim itu memahami penerangan Abu Zar.

Oleh yang demikian kita perlu membelanjakan harta kita ke jalan yang disukai oleh Allah. Barang yang mahu kita berikan kepada orang lain adalah dari barang yang paling kita sayang.


%d bloggers like this: